Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
6 Maret 2010

 

6 Maret 2010

Cegah Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

 

Kiat Sehat – Surabaya : Infeksi saluran kencing mencapai hampir 10 juta kasus di seluruh dunia. Kenyataannya 1 dari 5 wanita akan mengalami satu infeksi saluran kencing dalam hidupnya. Kondisi ini membuat kaum wanita perlu ekstra hati-hati menjaga organ sensitif yang satu ini.

 

“Infeksi saluran kencing terjadi karena bakteri masuk dalam saluran kencing dan berkembang biak disana,” terang Prof. dr. Moh Yogiantoro, Sp.PD-KGH Internist dan Nefrologist dari RSUD Dr. Soetomo. Kuman biasanya masuk saluran kencing dan menghasilkan peradangan, bengkak dan nyeri pada saluran kencing. Jika tidak diterapi dengan segera, kuman-kuman ini bisa bergerak naik ke ginjal dan menyebabkan suatu infeksi yang lebih parah.

 

Pada sebagian orang, penyakit ini tidak menimbulkan gejala, tapi biasanya orang akan mengalami rasa ingin kencing yang datang tiba-tiba. Seringkali ketika berkemih disertai dengan rasa nyeri dan terdapat darah pada air kencing. Jika tidak begitu, terdapat kencing yang berbau tidak enak dan baunya sangat kencang. “Jika infeksi ini sudah menyebar ke ginjal, maka yang terjadi adalah nyeri pada punggung, demam, menggigil, mual dan muntah,” terang Prof. Yogi. Kalau sudah mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

 

Wanita yang mendapat serangan infeksi saluran kencing 3 kali atau lebih dalam satu tahun, perlu segera memeriksakan diri untuk mendapat penanganan khusus dari dokter. Dalam hal ini, dokter akan merekomendasikan salah satu pemeriksaan tersebut dan akan memberikan antibiotika. Meskipun terlihat tidak begitu bahaya, sebenarnya infeksi saluran kencing ini bisa jadi lebih serius selama masa kehamilan. Pada masa tersebut, infeksi sangat berpotensi untuk menjalar ke ginjal. Seorang wanita yang hamil dengan suatu infeksi saluran kencing harus segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi-komplikasi lain yang bisa berakibat pada ibu dan janin.

 

Jika infeksi tidak sembuh dengan terapi antibiotic, sebaiknya segera lakukan beberapa test khusus. Seperti misalnya pemeriksaan sinar X (IVP) dengan menyuntikan zat warna dalam pembuluh darah. Maksudnya untuk mengambil gambar dari ginjal dan saluran kencing. Pemeriksaan USG juga harus dilakukan untuk memperjelas gambar dari ginjal dan kandung kencing. Selanjutnya pemeriksaan cytoscopic dengan menggunakan suatu tabung yang berongga dengan lensa-lensa khusus untuk melihat bagian dalam kandung kencing.

 

Namun begitu, memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Beberapa langkah yang dianjurkan oleh Prof. Yogi untuk mencegah infeksi saluran kencing pada wanita tersebut. Seperti misalnya minum air putih yang banyak. Beberapa bukti menyatakan bahwa koktail sari buah sejenis beri bisa mengurangi kemungkinan berkembangnya infeksi saluran kencing. Hal kecil seperti tidak menunda ketika terasa ingin buang air kecil juga perlu dilakukan.

 

“Saat membersihkan organ kewanitaan setelah berkemih, sebaiknya lakukan dari arah depan ke belakang. Hal ini berguna untyuk mencegah bakteri dari isi perut memasuki saluran air kencing,” tegas Prif. Yogi. Jangan lupa untuk selalu membersihkan bidang genital setiap hari dan sebelum melakukan aktivitas seksual. Dengan pengenalan dini faktor-faktor resiko tersebut, orang juga akan terhindar dari serangan penyakit Ginjal Kronik yang bisa terjadi dari infeksi saluran kencing tersebut.Nana

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.