|
8 Maret 2010
8
Maret 2010
Gagal Ginjal, Salah Satu Ancaman Utama Bagi Kesehatan
Kiat
Sehat – Surabaya : Kondisi dunia saat ini, menyebutkan bahwa
penyakit-penyakit kronik yang tidak menular, sudah menggeser posisi penyakit
menular sebagai ancaman utama bagi kesehatan masyarakat. Bukan hanya kesehatan
masyarakat saja yang terancam tapi tentunya anggaran kesehatan Negara juga ikut
terancam.
Di sebagian besar Negara,
kematian karena penyakit menular ini akan menurun sebesar 3% dalam decade yang
akan dating. Sebaliknya, penyakit kronik yang tidak menular justru akan
meningkat sebesar 17% terutama pada masyarakat di atas usia 30 tahun. Faktanya
penyakit-penyakit kronik ini sudah mencapai angka 72% dari seluruh beban
penyakit pada masyarakat dan biayanya sudah mencapai 80% dari anggaran kesehatan
dunia. Salah satu dari penyakit kronik tidak menular yang dimaksud adalah
Penyakit Ginjal.
Penyakit
kronik ini tentunya akan menurunkan produktivitas penderitanya. Karena itu
pencegahan penyakit ini diharapkan dapat mengatasi sebagian besar masalah
kesehatan dan krisis sosio-ekonomi dunia. Penyakit ginjal sering tidak dipandang
sebagai bagian dari masalah kesehatan masyarakat dunia. Padahal penyakit ini
sering ditemukan di masyarakat serta dapat mengenai setiap orang.
Menurut Prof. dr. Moh Yogiantoro,
Sp. PD-KGH Internist & Nefrologist dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya penyakit
ginjal sangat potensial menyebabkan kecacatan bahkan kematian pada pasien
diabetes mellitus dan hipertensi. Bahkan dalam perjalanan penyakitnya, pasien
dengan penyakit ginjal kronik sangat rentan terkena penyakit-penyakit jantung
dan pembuluh darah dengan angka kematian dan kecacatan tinggi pula.
“Sebenarnya penyakit ginjal ini
meskipun berbahaya tetap bisa diobati. Kenyataannya jika penyakit ini dikenali
secara dini maka pengobatannya bisa segera dilakukan,” terang Prof. Yogi. Dengan
demikian, komplikasi akibat penyakit ini dapat segera dicegah. Begitu juga
dengan pengenalan dan pengobatan hipertensi dan diabetes mellitus secara awal
serta berkesinambungan, dapat mencegah penyakit ginjal kronis. Tetapi kalau
penyakit ginjal kronik ditemukan dalam tahap yang sudah sangat lanjut, maka mau
tidak mau harus dilakukan terapi pengganti ginjal.
“Apalagi jika pasien penyakit
ginjal sudah dinyatakan oleh dokter menderita Gagal Ginjal Total (GGT), itu
artinya sudah terjadi kegagalan fungsi ginjal. Maka ada 3 pilihan untuk terapi,”
ujar Prof. Yogi. Pilihan tersebut adalah transplantasi ginjal atau cangkok
ginjal, hemodialisa atau cuci darah dan yang berikutnya adalah peritoneal
dialisa atau cuci darah melalui perut.
Yang dimaksud dengan hemodialisa
sendiri adalah suatu cara mekanik dimana darah disaring melalui mesin untuk
menggantikan fungsi ginjal. “Fungsi yang dimaksud adalah membersihkan darah
dengan membuang sampah hasil metabolisme tubuh. Hemodialisa juga berfungsi
membuang kelebihan cairan dan mengontrol tekanan darah serta membantu pengaturan
keseimbangan bahan kimia dalam tubuh seperti kalium, natrium dan kalsium.
Prinsipnya proses hemodialisa
adalah sebagai berikut, pertama darah akan disalurkan ke suatu mesin melalui
suatu akses atau suatu saluran dan disaring oleh mesin. Mesin kemudian akan
mengambil keluar sampah hasil metabolisme dan air. Setelah proses tersebut,
darah akan dikembalikan ke dalam tubuh pasien. “Saluran yang dimaksud adalah
suatu tabung plastik yang disisipkan ke dalam suatu pembuluh darah yang besar di
dekat leher, dada atau kaki. Atau melalui suatu pebedahan kecil untuk
menghubungkan arteri dan vena yang disebut fistula yang terbuat dari pembuluh
darah pasien sendiri atau bisa dikatakan suatu implantasi tabung sintetik,”
terang Prof. Yogi.
Ketika pasien menjalani
hemodialisa, mesin dialysis terhubung dengan saluran pembuluh darah tersebut
melalui jarum. Biasanya cuci darah ini dilakukan selama 2-3 kali dalam seminggu
di unit khusus yang sudah ditangani oleh para tenaga medis terlatih. Namun pada
beberapa kasus dapat dilakukan di rumah pasien. “Hemodialisa memerlukan waktu
3-5 jam setiap kali menjalaninya. Selama itu pula pasien bisa melakukan kegiatan
lain seperti membaca, menulis, tidur, mengobrol bahkan menonton TV atau film,”
ujarnya.
Manfaat dari hemodialisa adalah
menggantikan pekerjaan ginjal yang sakit untuk menjaga kebersihan darah dan
kesehatan. “Kalau anda mengalami kegagalan fungsi ginjal, dialisa bisa membantu
anda hidup lebih panjang dan memperbaiki kualitas hidup anda,” terang Prof.
Yogi. Meskipun demikian tetap ada resiko dari pengobatan ini seperti
permasalahan dengan akses atau saluran pembuluh darah, seperti misalnya infeksi
atau peradangan, kemacetan dari pembekuan dan aliran darah yang lemah. Masalah
juga sering timbul dari kran otot, bahkan jika terjadi penurunan tekanan darah
yang tiba-tiba, pasien akan menjadi lemah, pusing bahkan sakit perut.
Untuk itulah peningkatan
kesadaran akan penyakit ginjal akan sangat penting sekali. Dengan kesadaran
tersebut, diharapkan dapat juga menurunkan beban dunia akibat tingginya angka
kematian dan kecacatan akibat penyakit kronik. Pengenalan ini sebenarnya sangat
sederhana dan mudah, harusnya ini sudah dimulai dari masyarakat umum dan
dokter-dokter umum yang merupakan lini terdepan dari penanggulangan penyakit
ginjal.Nana
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |