|
9 Maret 2010
9 Maret 2010
Satu Lagi Kasus Bayi Lahir Abnormal
Kiat Sehat – Surabaya :
Siapapun anda pasti menginginkan kehadiran anak sebagai pelengkap kehidupan
berumah tangga. Memiliki buah hati yang sehat dan lucu pasti menjadi hal yang
membanggakan bagi orang tua. Namun bagaimana jika kenyataannya buah hati kita
mengalami ketidak sempurnaan, yang pasti perasaan sedih akan mewarnai kehidupan
rumah tangga.
Hal ini pula yang dialami oleh
pasangan Doni Dadang Irawan (34 tahun) dan Murtinah (34 tahun). Buah hati yang
begitu dinanti-nantikan selama 4 tahun pernikahan mereka, terlahir dengan
kondisi kurang sempurna. Bayi yang lahir dengan berat 2,0 kg dan panjang 42 cm
ini tidak memiliki alat kelamin. Hal ini disebabkan pembentukan yang tidak
sempurna sehingga kondisi di bagian alat vital terbuka sehingga belum dapat
ditentukan secara pasti jenis kelamin dari bayi tersebut.
“Ini merupakan kehamilan ketiga
istri saya, tapi baru pertama kali ini yang bias bertahan sampai melahirkan. Dua
kehamilan sebelumnya mengalami keguguran karena kondisi istri saya yang tidak
memungkinkan,” ujar Doni di dampingi oleh istrinya di ruang tunggu Irna Anak
Ruang Bayi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pantas saja kalau Doni dan istri merasa
sangat bahagia karena berhasil mempertahankan kehamilannya kali ini, namun tidak
diduga setelah lahir, kondisi si anak agak berbeda dengan bayi-bayi yang lain.
“Awalnya istri melahirkan di
Puskesmas Jagir Surabaya pada hari Sabtu (6/3) sekitar jam 12.00 malam. Baru
sekitar jam 01.30 pagi anak kami dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena
mengalami kelainan tersebut,” terang Doni. Jelas saja kedua orang tua bayi
merasa kaget dan sedih dengan kondisi buah hati mereka.
Selama proses kehamilan,
Murtinah mengaku rutin memeriksakan diri ke Puskesmas yang sama. “Maklum kondisi
keuangan kami terbatas, jadi hanya bisa memeriksakan diri ke Puskesmas. Tapi
Puskesmas yang kami tuju inipun mempunyai peralatan medis yang sudah lengkap,
jadi kami mantap saja ke sana,” ujar Doni. Selama proses kehamilan, hasil
pemeriksaan menyatakan jika bayi tersebut normal, bahkan ketika di USG bidan
setempat yang menangani juga menyatakan bayi dalam kondisi sehat.
“Ya mungkin memang sudah
rencana Tuhan, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika si kecil lahir
ternyata dengan kondisi demikian. Jujur saya merasa kasihan dengan kondisi anak
saya, tapi mau bagaimana lagi,” tegasnya. Setelah dibawa ke RSUD Dr. Soetomo
Surabaya, bayi tersebut dinyatakan salah sebagai salah satu bayi dengan kasus.
Dengan demikian semua biaya perawatan, pengobatan termasuk biaya operasi
nantinya ditanggung oleh pemerintah.
Rencananya bayi yang belum
sempat diberi nama tersebut akan menjalani proses operasi setelah usia 3 bulan.
Diharapkan di usia 3 bulan tersebut si anak kondisinya sudah stabil dan bisa
menjalani proses operasi dengan baik. Saat ini bayi tersebut berada di bawah
pengawasan dr. Ferry dan dr. Agus dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Rencananya
setelah proses operasi, bayi tersebut tetap harus berada di RSUD Dr. Soetomo
selama kurang lebih 3 bulan kedepan untuk dipantau terus perkembangannya pasca
operasi.Nana
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |