Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
Kamis

 

 

Kamis, 29 Juli 2010

Edukasi Tumbuh Kembang Bagi Para Orang Tua

 

Kiat Sehat - Surabaya : Pertumbuhan dan perkembangan anak harus benar-benar diperhatikan agar pada masa tumbuh kembangnya, anak dapat tumbuh secara normal dan optimal. Salah satu bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak adalah dengan cara rajin memantau kondisi fisik dan psikis anak dengan bantuan tenaga yang ahli di bidangnya, seperti memeriksakan kesehatan anak pada dokter spesialis anak.

 

Pada umumnya, kebanyakan masyarakat baru membawa anaknya ke dokter spesialis anak saat anak mengalami sakit saja. Namun, menurut Dr. Mia Ratwita A, Spa dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari, menjelaskan bahwa sebaiknya orang tua juga rajin membawa anaknya ke dokter spesialis anak untuk kepentingan pemantauan tumbuh kembang anak (Screening Kid). Screening Kid adalah deteksi dini tumbuh kembang pada anak yang bermanfaat untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlambatan tumbuh kembang pada anak. Semakin dini Screening Kid dilakukan pada anak akan semakin baik, hal ini dikarenakan apabila penyimpangan pada proses tumbuh kembang anak ditemukan pada stadium awal atau penyimpangan yang belum terlalu jauh, maka proses penyembuhannya akan semakin cepat, dan tingkat keberhasilan penanganannya pun akan semakin tinggi.

 

Screening Kid dilakukan pada anak dengan kisaran usia tiga bulan, diawali dari usia bulan ke 0 hingga bulan ke 15. Apabila ada orang tua yang membawa anaknya untuk memantau tumbuh kembang anak pada saat anak berusia 8 bulan, maka Screening Kid yang dilakukan adalah Screening Kid pada level bulan ke 6. Pada setiap level dlakukannya Screening Kid terdapat target yang harus dicapai oleh anak, apabila pada proses tersebut anak tidak dapat mencapai target yang sudah ditentukan, maka diperoleh indikasi bahwa anak tersebut mengalami keterlambatan tumbuh kembang, dan perlu untuk segera ditangani agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal dan optimal.

 

Adapun keterlambatan yang sering dikeluhkan pada masa tumbuh kembang anak adalah belum bisa duduk dan juga belum bisa berbicara. Sebenarnya, terdapat sebuah rangkaian faktor yang saling mempengaruhi pada masa tumbuh kembang anak, yaitu faktor interen dari anak yang bersangkutan, faktor stimulus, dan faktor gizi. Ketiga faktor tersebut merupakan satu rangkaian yang saling mempengaruhi.

 

Adapun faktor stimulus dan gizi yang dimaksud berkaitan erat dengan kondisi lingkungan sekitar anak. Dalam hal ini peran orang – orang yang dekat dan sering berkomunikasi dengan anak, seperti orang tua, ataupun pengasuh menjadi sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan pada proses pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam proses Screening Kid tidak hanya melibatkan dokter spesialis anak dan anak yang bersangkutan saja, melainkan juga orang-orang yang dekat dan sering berkomunikasi dengan anak.

 

Orang tua juga diberi edukasi mengenai apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan pada anak selama masa tumbuh kembang anak di luar penanganan dokter spesialis anak. Jika orang tua kurang dekat atau jarang berkomunikasi dengan anak, dan justru pengasuh lah yang lebih dekat dengan anak, maka bukan tidak mungkin edukasi tersebut diberikan pada pengasuhnya, meskipun hal ini akan beresiko akan didapatkannya hasil yang kurang optimal.

 

Keterlibatan orang yang paling dekat dan sering berkomunikasi dengan anak ini menjadi suatu pembeda metode Screening Kid dengan metode fisiotherapy. Pada metode fisiotherapy, pihak yang diberi edukasi dan stimulasi hanyalah anak yang bersangkutan, dan ini berarti proses pemantauan tumbuh kembang anak hanya dilakukan pada saat anak berada pada waktu dilakukan fisiotherapy di suatu tempat tertentu saja. Sedangkan pada metode Screening Kid, pihak yang diberi edukasi adalah anak yang bersangkutan dan orang yang dekat atau orang-orang yang sering berkomunikasi dengan anak, sehingga proses pemantauan tumbuh kembang anak bukan hanya dilakukan pada saat dan tempat tertentu saja, melainkan juga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun anak berada. Jadi, alangkah baiknya jika kita bisa memantau tumbuh kembang anak dengan metode, sarana, dan waktu yang tepat. Karena setiap orang tua pasti mendambakan agar sang buah hati tumbuh normal, optimal, selalu ceria dan membanggakan.|Amy

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.