|
Selasa
Selasa, 27 Juli
2010
Pil KB Dosis Rendah Baik Untuk Ibu Menyusui
Kiat
Sehat - Surabaya.Kita mengetahui bahwa ASI (Air Susu Ibu) merupakan metode
pemberian makanan bayi yang terbaik, terutama pada bayi yang berumur kurang dari
6 bulan. Selain bermanfaat bagi ibu, ASI juga mengandung semua zat gizi dan
cairan yang dibutukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi pada 6 bulan pertama
kehidupannya. Pemberian ASI eksklusif merupakan metode kontrasepsi alami dan
efektif, asal syarat-syaratnya terpenuhi, seperti : dapat menyusui sepanjang
siang dan malam, wanita yang belum mendapatkan haid kembali setelah melahirkan,
usia bayi belum mancapai 6 bulan.
Namun demikian, wanita tidak
bisa mengetahui secara tepat kapan datangnya masa subur (ovulasi), dimana pada
saat itu kemungkinan kehamilan dapat terjadi. Banyak ibu menyusui menggunakan
kontrasepsi hormonal, terutama kombinasi antara estrogen dan progesteron.
Sayangnya, bukti klinis mengindikasikan bahwa pil kombinasi, mempunyai sedikit
efek negatif terhadap laktasi. Karena pil kombinasi dapat menurunkan volume dan
produksi ASI.
Sedangkan pil KB dosis rendah
hanya mengandung progesteron saja, sehingga tidak mempengaruhi produksi ASI. Pil
KB dosisi rendah juga bisa digunakan untuk wanita yang ingin berKB namun tidak
dapat menggunakan estrogen.
Pil KB dosis rendah untuk ibu
menyusui memiliki efektifitas kontrasepsi yang tinggi. Hal tersebut dimaksudkan
untuk mngurangi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan, dan tidak mengurangi
produksi ASI, sehingga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi, baik panjang
badan, berat badan maupun lingkaran kepala bayi. Pil KB dosis rendah bekerja
dengan cara mengentalkan cairan pada mulut rahim sehingga sel sperma sulit masuk
ke dalam rahim, membuat suasana dinding rahim (endometrium) tidak siap untuk
menerima hasil pembuahan (nidasi)
Wanita menyusui boleh
menggunakan pil KB dosis rendah minimal 6 minggu setelah melahirkan. Wanita yang
tidak mengalami menstruasi setelah melahirkan, dapat mulai menggunakan pil KB
dosis rendah kapan saja setelah 6 minggu melahirkan. Sedangkan yang telah
mengalami menstruasi mulai menggunakan pil KB dosis rendah pada hari pertama
menstruasi.
Pil KB dosis rendah dengan
kandungan Levonorgestrel 0,03 mg, merupakan pil kontrasepsi yang hanya
mengandung progesteron. Kontrasepsi jenis ini baik digunakan untuk ibu yang
sedang menyusui karena tidak mempengaruhi ASI serta pertumbuhan dan perkembangan
bayinya. Terbukti bahwa produksi ASI tidak mengalami perubahan, bahkan ada
dampak positif, wanita yang menggunakan pil KB dosis rendah dapat menyusui
bayinya lebih lama sehingga lebih lambat memperkenalkan makanan tambahan kepada
bayi.|Lib
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |