|
Kondom Berkualitas Efektif Cegah PMS
Kondom Berkualitas
Efektif Cegah PMS
Surabaya, 10 Desember 2008
Kiatsehat-Meski
kampanye terhadap pencegahan penularan PMS (Penyakit Menular Seksual) dan
HIV/AIDS semakin gencar, tapi tak mengurangi angka kejadian yang masih tinggi di
Indonesia. Saat ini di seluruh dunia ada sekitar 35 juta penderita HIV. 2,5 juta
diantaranya adalah anak-anak. 50% penderita itu mendapatkan penyakitnya di bawah
usia 25 tahun dan mereka akan meninggal dibawah usia
35 tahun. Sedangkan di Indonesia, penderita Aids saat ini ada sekitar 200
juta orang dengan angka kejadian tertinggi adalah DKI Jaya (Jakarta), kedua Jawa
Timur, dan yang ketiga adalah Papua.
Penularan
HIV, awalnya didahului oleh adanya PMS yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Dr. Dyan Pramesti, Mkes, SpAnd dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya dalam
talkshownya di Radio Antariksa mengatakan bahwa perilaku seksual yang tidak
sehat jelas berdampak negatif terhadap kesehatan. Beberapa PMS yang sudah kita
kenal seperti GO (Raja Singa), Siphilis, Herpes, Jengger Ayam (condiloma),
infeksi clamidia yakni infeksi yang disebabkan oleh kuman, dan yang baru
didengar adalah Hepatitis, yang awalnya diduga bukan suatu PMS, namun pada
perkembangannya Hepatitis bisa ditularkan melalui hubungan seksual terutama
Hepatitis B, C, D. Pencegahan merupakan cara yang sangat efektif untuk menekan
angka kejadian PMS dan HIV saat ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan
kondom setiap kali akan melakukan hubungan seksual. Kondom sebenarnya merupakan
salah satu alat KB, namun saat ini kondom juga dipakai untuk mencegah penyakit menular seksual. Meski pro dan kontra masih ada
terhadap kualitas pemakaian kondom, namun cara ini relatif efektif untuk
mencegah penularan PMS dan HIV. Memang gampang-gampang susah melakukan test
apakah kondom yang akan dipakai berkualitas baik atau tidak. Beberapa orang yang
belum memahami dan khawatir kondomnya bocor / tidak bahkan mencoba melakukan
test pada kondom dengan menggunakan air, yang ada justru spermisite (bahan
kondom yang berfungsi membunuh kuman / virus) dalam kondom larut dalam air. Dr.
Dyan menyarankan untuk membeli kondom yang berkualitas yakni kondom yang
memiliki latex / bahan yang bagus.
Kondom
mengandung spermisite yakni bahan untuk mematikan spermatozoa (sel
benih pria), juga mengandung anti kuman / bahan untuk membunuh kuman.
“Sebagian besar kuman bisa mati atau melemah dengan adanya bahan ini,” tutur
dokter yang juga membuka prakteknya di kawasan Gayungsari ini. Dengan adanya
bahan tersebut toksisitas virus diharapkan
juga bisa melemah. “Makanya kondom ini dikampanyekan sebagai salah satu
cara yang relatif efektif mencegah penularan HIV dan PMS yang lain,” tambahnya.
Untuk memilih kondom yang berkualitas baik, masyarakat disarankan untuk melihat
keutuhan kemasan kondom. Selain itu kita juga bisa melihat kandungan dan
persentase bahan-bahan di kotak kemasan. Kondom yang bagus sebaiknya terdapat
tulisan bahan noxinol (spermisite) pada kemasan. Sedangkan mengenai batas
tanggal kadaluwarsa tidak terlalu menjadi pertimbangan karena expired date bahan
obat dalam kondom cukup lama bahkan hingga bertahun-tahun, asalkan kemasan yang
di dalam tidak dibuka dari kemasan alumunium foilnya. Dokter yang telah menjadi
narasumber tetap dalam program Kesehatan Reproduksi ini memberikan tips pada
Sahabat Sehat untuk selalu menjaga perilaku seksual kita. Perilaku seksual yang
sehat akan membuat kesehatan reproduksi kita terjaga untuk menjamin generasi
penerus berikutnya tetap sehat. Karena penyakit menular seksual sangat
berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia di kemudian hari.Tika
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |
|