|
Prof
Prof.
Dr. dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD.KE Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga / RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Penderita
DM Waspadai Gangren
Surabaya,
7 Mei 2008
Penyakit
Diabetes Mellitus (DM) yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau
kencing manis terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa)
dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin yang tidak berfungsi
dengan baik. Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe I
atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin
tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent
Diabetes Mellitus (NIDMM). Ada tiga gejala klasik yang dialami penderita dibetes.
Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. Tapi pada awalnya,
kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik, penyebabnya, kadar gula yang
tinggi dalam tubuh.
Insulin
adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang
terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa
menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan
di dalam hati dan otot. Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita
DM tipe I bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi
terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak
bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah
struktur, sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk ke sel. Akibatnya
sel mengalami kekurangan glukosa, disisi lain glukosa menumpuk dalam darah.
Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan
berbagai komplikasi.
Komplikasi
yang terjadi dapat berupa gangguan-gangguan pada pembuluh darah. Gangguan bisa
terjadi pada pembuluh darah di otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan
penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner).
Penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala
antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri
kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent
infraction atau silent heart attack. Gangguan pembuluh darah ginjal (gagal
ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh / gangren), contohnya,
terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku,
kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita
diabetes kronis yang dikenal sebagai penyulit ganggren atau ulkus. Jika
dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukkan pada bagian luka karena tidak
mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak
tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk maka mau tidak mau bagian
yang terinfeksi harus diamputasi. Penderita diabetes yang terkena gangren perlu
mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.
Penderita juga rentan infeksi , mudah terkena infeksi paru, gigi dan gusi serta
saluran kemih.
Wujudkan
Indonesia Sehat 2010
Antariksa
Radio Info kiat Sehat Surabaya
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |
|