Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
Prof

Prof. Dr. dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD.KE Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Penderita DM Waspadai Gangren

 

Surabaya, 7 Mei 2008

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik. Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe I atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDMM). Ada tiga gejala klasik yang dialami penderita dibetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. Tapi pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik, penyebabnya, kadar gula yang tinggi dalam tubuh.

 

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot. Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe I bisa disebabkan  oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur, sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk ke sel. Akibatnya sel mengalami kekurangan glukosa, disisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan berbagai komplikasi.

 

Komplikasi yang terjadi dapat berupa gangguan-gangguan pada pembuluh darah. Gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah di otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan),  pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack. Gangguan pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh / gangren), contohnya, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis yang dikenal sebagai penyulit ganggren atau ulkus. Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukkan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika  luka membusuk maka mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi. Penderita diabetes yang terkena gangren perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu. Penderita juga rentan infeksi , mudah terkena infeksi paru, gigi dan gusi serta saluran kemih.

 

Wujudkan Indonesia Sehat 2010

Antariksa Radio Info kiat Sehat Surabaya

 

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.