|
Memilih Terapi Herbal Yang Rasional
Memilih Terapi
Herbal Yang Rasional
Surabaya,
25 Juni 2008
Terapi herbal merupakan salah satu dari
terapi alternatif yang sejak beberapa tahun lalu sangat menyita perhatian
masyarakat kita. Banyak alasan yang menyebabkan terapi ini menjadi pilihan
pengobatan dan sarana penyembuhan penyakit, diantaranya biaya pengobatan yang
semakin mahal, dipercaya sejak zaman dahulu kala telah menjadi obat, harga yang
murah, bahan yang relatif mudah didapat, pembuatan yang sederhana, efek
sampingnya tidak ada, dan masih banyak lagi. Bahkan hampir semua terapi
herbal diklaim bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit sampai HIV/AIDS pun
bisa diatasi.
Hal diatas merupakan salah satu faktor
eksploitasi oleh beberapa kelompok yang mencoba mengeruk keuntungan dari
masyarakat dengan menjual terapi herbal, padahal didalamnya masih banyak
campuran lain yang membahayakan organ tubuh. Sehingga tak jarang dijumpai
penyakit yang disebabkan karena penggunaan terapi herbal. Dan untuk mengatasinya
diperlukan biaya yang jauh lebih besar.
Terapi herbal merupakan salah satu terapi
dengan memanfaatkan tanaman obat / produk hewani yang mengandung zat berkhasiat
untuk melawan suatu penyakit. Diantaranya yang cukup terkenal antara lain bawang
putih, mahkota dewa, susu kuda liar, madu, mengkudu dan yang terakhir buah merah.
Untuk efek terapeutiknya memang diakui bahwa hampir semua tanaman memiliki
khasiat untuk kesehatan hanya saja belum banyak penelitian yang komperhensif
untuk menentukan seberapa besar kandungan zat berkhasiatnya atau bahkan
mencemari hasil akhirnya. Selain itu juga harus dipahami ada beberapa tanaman
yang tidak bisa tumbuh disemua tempat dan menghasilkan kualitas yang sama.
Terapi ini memang memiliki keuntungan terutama dari segi ekonomi tetapi dari
keamanan masih harus kita teliti lebih lanjut. Adanya anggapan bahwa terapi ini
sangat aman dan tanpa efek samping harus dikoreksi. Beberapa diantaranya ada
yang memicu reaksi alergi (Propolis madu, Echinacea), Diare dan memicu reaksi
perdarahan (Garlic, Ginkgo biloba) bahkan ada yang dikontraindikasikan bagi
mereka dengan penyakit tertentu seperti Saw Palmento untuk ganguan prostat.
Selain itu juga masih banyak efek samping yang lain tetapi tidak pernah
dipublikasikan secara terbuka. Apalagi jika didalamnya ditambahi zat diluar
tanaman obat, ini semakin membahayakan kesehatan kita.
Sebagai konsumen kita dituntut untuk lebih
kritis dan pandai memilih penggunaan terapi herbal bagi kesehatan mengingat
sampai saat ini sangat banyak terapi herbal yang telah ditarik oleh pemerinta
karena pencampuran obat konvensional seperti ibuprofen, piroksikam, dexametason,
fenilbutason, diazepam.
Tips untuk memilih terapi herbal yang
rasional :
§
Terapi herbal pada dasarnya membutuhkan waktu yang
lebih lama untuk menghasilkan efek terapi karena sifatnya yang naturel. Apabila
ada yang memberikan kesembuhan dalam aktu singkat, bisa jadi sudah dicampur zat
lain atau obat konvensional
§
Manfaatkan terapi herbal untuk tindakan preventif
mengingat mekanisme kerjanya yang bertahap.
§
Perhatikan kemasan karena tidak sedikit terapi
herbal yang dikemas tidak higienis sehingga memungkinkan kontaminasi bakteri,
jamur, dan parasit.
§
Jangan abaikan komposisi yang tercantum pada
kemasan. Waspadai bila terdapat bahan lain dalam prosentasi cukup besar, bisa
jadi efek sampingnya. Ini merupakan salah satu trik untuk membuat konsumen
percaya dengan khasiat yang dipromosikan.
§
Hati-hati bila ada efek samping atu gejala
keracunan yang timbul karena pemakaian terapi herbal yang tidak rasional
§
Jangan mudah terpedaya oleh promosi yang
berlebihan, jika perlu tanyakan pada pihak ketiga yang menguasai tentang terapi
herbal.
Pengobatan bisa datang dengan berbagai metode, tetapi kita dituntut untuk kritis
dan rasional terhadap pilihan kita. Selamat menggunakan Terapi Herbal...
dr. W. L. Ariyanto
Dalam program
Solusi Hidup Sehat
Setiap hari Senin jam 16.00 wib
di AM 1278 Radio Antariksa-Surabaya
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |