|
Pergantian Musim
Pancaroba,
Waspadai ISPA Dan Gastrointritis
Surabaya, 11 November
2008

Pergantian musim
atau pancaroba seringkali menimbulkan banyak masalah kesehatan.
Gangguan-gangguan kesehatan rentan datang pada orang-orang dengan daya tahan
tubuh yang kurang baik saat peralihan musim itu tiba. Udara yang sebelumnya
panas tiba-tiba menjadi dingin dan lembab. Kondisi tersebut membuat tubuh kurang
nyaman dan mudah terserang penyakit.
Penyakit yang
biasanya muncul pada masa pancaroba, antara lain gangguan pernapasan ISPA (Infeksi
Saluran Napas Atas), gangguan pencernaan (gastrointritis) seperti muntaber dan
diare. Hingga saat ini Demam Berdarah (DB) masih menjadi penyakit yang populer
diderita masyarakat, meski angka kejadiannya belum terlalu tinggi, namun di
beberapa rumah sakit mulai banyak pasien diare dan muntaber yang datang. Faktor
perilaku masyarakat yang kurang memahami pentingnya kebersihan lingkungan
meningkatkan angka kejadian timbulnya penyakit-penyakit saat masa peralihan
musim ini semakin tinggi.
Sampai saat ini
ISPA masih menjadi nomor satu. Sebaiknya masyarakat waspada akan perubahan cuaca,
kelembaban yang signifikan akan mempengaruhi saluran napas bagian atas terutama
tenggorok, hidung, dan paru-paru. Gangguan tenggorokan dan pilek pada pergantian
musim memang agak berbeda, gangguan tersebut biasanya susah untuk dihentikan dan
berlangsung agak lama. Semakin lama dan semakin bandel sembuh.
Gastrointritis (gangguan
pencernaan) biasanya terjadi karena adanya peralihan kotoran atau sampah yang
biasa ada di daerah perifer. Kotoran tersebut kemudian terbawa oleh aliran air,
dan menyebabkan orang terpapar oleh infeksi / gastrointritis yang biasa kita
kenal sebagai diare atau muntaber. Kejadian ini biasanya melanda mereka yang
suka jajan atau makan diluar. Diare dikatakan sebagai penyakit meluar. Ia
ditularkan oleh kotoran ke manusia melalui perantara lalat. Banyaknya lalat saat
peralihan musim seperti saat ini membuat kita harus lebih memperhatikan kebersihan
sampah disekitar kita. Jika kebersihan lingkungan dan sampah terjaga, maka
secara otomatis akan mengurangi populasi lalat.
Tips
sederhana mengantisipasi datangnya pergantian musim :
Jaga kondisi
tubuh jangan terlalu capek
Perhatikan diet
atau makanan yang dikonsumsi
Sebisa mungkin
hindari hujan, jika terlanjur usahakan segera mengkonsumsi minuman hangat untuk
meningkatkan suhu tubuh seperti semula.
dr. W. L. Ariyanto
Yayasan Gempita Surabaya
Program " Kiat Sehat "
Setiap hari Selasa jam 3 sore di AM 1278 Radio Antariksa-Surabaya
Dukung Indonesia Sehat 2010 Bersama
AM1278 Antariksa Radio Info Kiat Sehat
Surabaya
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |