Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
Pilek

Ayo Dukung Indonesia Sehat, Bersama Antariksa Radio Info Kiatsehat Surabaya

 

Pilek,

Respon Kekebalan Tubuh Terhadap Infeksi

 

Jika musim hujan tiba, umumnya masyarakat kita mengkhawatirkan beberapa efek penyakit yang dapat ditimbulkan oleh musim ini. Salah satu yang mengkhawatirkan adalah pilek, atau secara kedokteran disebut juga common cold. PILEK atau common cold adalah penyakit pada saluran napas atas yang disebabkan oleh infeksi virus yang disebut rhinovirus. Rhinovirus merupakan organisme mikroskopis yang menyerang sel-sel mukus pada hidung, merusak fungsi normal mereka serta memperbanyak diri di sana

 

Gejala pilek sendiri kemungkinan besar terjadi akibat adanya respons dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus yaitu dengan terjadinya pembengkakan dan inflasi (peradangan) membran hidung, serta peningkatan produksi mukus. Mukus ini menangkap material yang kita hirup seperti debu, serbuk, bakteri dan virus. Pada saat mukus mengandung virus dan masuk ke dalam sel tubuh, maka seseorang akan mengalami keluhan-keluhan pilek. Pengobatan untuk kasus tanpa komplikasi hanyalah istirahat cukup, minum air yang banyak, serta berkumur dengan air garam hangat. Minum air hangat yang banyak membantu lendir lebih mudah dikeluarkan. Banyak obat yang sudah dicoba untuk mencegah atau mengobati pilek, tapi selama ini belum ada yang terbukti efektif. Bila perlu, minum obat lebih baik diberikan sesuai dengan keluhan. Parasetamol diberikan untuk mengurangi keluhan demam atau sakit kepala, nasal dekongestan untuk melegakan hidung sesaat, dan antihistamin bisa mengurangi ingus pada penderita dengan riwayat alergi. 

 

Pilek karena riwayat alergi merupakan peradangan mukosa hidung yang terjadi setelah terpapar alergen. Biasanya ditandai dengan hidung yang gatal, pilek encer, buntu hidung, dan bersin-bersin. Penyebab pilek alergi bisa berasal dari dalam tubuh, yakni faktor genetik maupun dari luar tubuh yang berupa alergen hirupan, seperti debu rumah, jamur, binatang peliharaan, ketombe, kapuk, tepung sari bunga, atau makanan, berupa : susu, telor, udang, ayam, cokelat, dan lain sebagainya.*

 

*Dr. Leny Megahwati, SpTHT

Dari RS William Booth Surabaya

 

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.