|
Pilek
Pilek,
Respon Kekebalan
Tubuh Terhadap Infeksi
Jika
musim hujan tiba, umumnya masyarakat kita mengkhawatirkan beberapa efek penyakit
yang dapat ditimbulkan oleh musim ini. Salah satu yang mengkhawatirkan adalah
pilek, atau secara kedokteran disebut juga common cold. PILEK atau common cold adalah
penyakit pada saluran napas atas yang disebabkan oleh infeksi virus yang disebut
rhinovirus. Rhinovirus merupakan organisme mikroskopis yang menyerang sel-sel
mukus pada hidung, merusak fungsi normal mereka serta memperbanyak diri di sana
Gejala
pilek sendiri kemungkinan besar terjadi akibat adanya respons dari sistem
kekebalan tubuh terhadap infeksi virus yaitu dengan terjadinya pembengkakan dan
inflasi (peradangan) membran hidung, serta peningkatan produksi mukus. Mukus ini
menangkap material yang kita hirup seperti debu, serbuk, bakteri dan virus. Pada
saat mukus mengandung virus dan masuk ke dalam sel tubuh, maka seseorang akan
mengalami keluhan-keluhan pilek. Pengobatan
untuk kasus tanpa komplikasi hanyalah istirahat cukup, minum air yang banyak,
serta berkumur dengan air garam hangat. Minum air hangat yang banyak membantu
lendir lebih mudah dikeluarkan. Banyak obat yang sudah dicoba untuk mencegah
atau mengobati pilek, tapi selama ini belum ada yang terbukti efektif. Bila
perlu, minum obat lebih baik diberikan sesuai dengan keluhan. Parasetamol
diberikan untuk mengurangi keluhan demam atau sakit kepala, nasal dekongestan
untuk melegakan hidung sesaat, dan antihistamin bisa mengurangi ingus pada
penderita dengan riwayat alergi.
Pilek karena riwayat alergi merupakan peradangan mukosa hidung yang terjadi
setelah terpapar alergen. Biasanya ditandai dengan hidung yang gatal, pilek
encer, buntu hidung, dan
bersin-bersin. Penyebab
pilek alergi bisa berasal dari dalam tubuh, yakni faktor genetik maupun dari
luar tubuh yang berupa alergen hirupan, seperti debu rumah, jamur, binatang
peliharaan, ketombe, kapuk,
tepung sari bunga, atau
makanan, berupa : susu, telor, udang, ayam, cokelat, dan lain sebagainya.*
*Dr. Leny Megahwati, SpTHT
Dari RS William Booth Surabaya
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |
|