Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
drg

drg. YELIANTO KUSUMA, Sp. Ort

RS. ADI HUSADA Undaan - Surabaya

Orang Tanpa Kelainan Tidak Perlu Mamakai Kawat Gigi

 

Perkembangan media televisi semakin pesat membuat orang banyak meniru apa yang ditontonnya dan segala sesuatu yang dilakukan artis menjadi populer,  menjadi gaya hidup atau lifestyle. Mungkin hal itu juga yang membuat pemakai kawat gigi semakin banyak. Padahal kawat gigi dulu benar-benar dipakai untuk memperbaiki struktur gigi. Orang tanpa kelainan tidak perlu mamakai kawat gigi (orthodontic) karena jika kita tidak bisa menjaga kebersihan dengan memakai  alat tersebut maka kemungkinan besar sisa-sisa makanan akan menempel di alat.

 

 

 

 

Sebelum memasang kawat gigi (Orthodontic) pada pasien dilakukan foto rontgen, panoramik untuk melihat kelainan di gigi maupun jaringan di sekitar gigi baik di rahang atas maupun di rahang bawah. Foto cevalometri untuk melihat profil penderita baik jaringan keras maupun jaringan lunak misalnya hidung dan bibir dari samping. Setelah itu kita lihat gigi-gigi yang ada secara klinis apakah ada lubang, charies, apakah ada kelainan-kelainan jaringan gusi dan jaringan lunak di sekitar rongga mulut. Pemakaian kawat gigi sebenarnya hanya untuk orang-orang dengan kondisi tertentu yakni :

  1. Semua orang yang menderita kelainan atau yang memiliki kelainan susunan gigi.

  2. Kelainan-kelainan bawaan lahir misalnya pada penderita celah bibir dan celah langit-langit yang dikenal dengan istilah klevalat atau klevlit.

  3. Pada orang yang kehilangan 1 atau 2 giginya di bagian depan yang kemudian biasanya dokter gigi akan bekerjasama dengan dokter gigi specialis yang lain.

Pada penderita anak-anak yang punya kebiasaan jelek juga bisa memakai kawat gigi dengan dibuatkan alat-alat atau piranti lepasan.  Terapi cekatnya akan menimbulkan sisa-sisa makanan jika tak dibersihkan dengan bagus dan baik oleh pemakai maka akan menimbulkan syndrom charies gigi, kemudian penyakit gusi sehingga menimbulkan problem lebih banyak maka jika memang tidak perlu lebih baik tidak usah.

 

Perawatan di rumah tipsnya adalah :

  1. Terutama menyikat gigi sesudah makan, jadi pemakai kawat gigi usahakan membawa cermin kecil dengan tusuk gigi sehingga dimanapun ia berada ia bisa langsung membersihkan sisa makanan yang masuk disela-sela gigi. Setelah itu baru ia menyikat gigi jadi harus senantiasa membawa sikat gigi dan pasta gigi.

  2. Kalau masih merasa kurang bersih bisa memakai obat-obat kumur.

  3. Secara rutin kontrol ke dokter gigi orthodontis-nya untuk mengantisipasi timbulnya karang gigi atau warna-warna gigi yang hitam. 

  4. Hindari makanan-makanan yang banyak mengandung gula misalnya permen, kue-kue manis dan yang mengandung cokelat, terutama hindari permen karet.

Perawatan dengan menggunakan kawat gigi untuk kasus yang tidak susah biasanya dibutuhkan waktu  kurang lebih satu setengah hingga dua tahun sampai benar-benar bisa dilepas. Kemudian ia harus memakai alat namanya retainer atau alat  oethodontis yang lepasan. Yang bisa dibuka-buka dan dipakai sepanjang hari selama 24 jam untuk 6 bulan pertama, setelah itu 6 bulan kemudian dipakai hanya pada malam hari saja.

 

Perawatan dengan kawat gigi tidak dianjurkan untuk penderita –penderita yang mempunyai penyakit-penyakit misalnya epilepsi atau ayan, Diabetes Melitus, kelainan-kelainan yang berhubungan dengan darah atau kelainan sistemik tertentu juga pada wanita yang sedang hamil karena hormon estrogennya meningkat sehingga ada ganguan pada rongga mulutnya. Meskipun keadaannya memungkinkan mereka tidak bisa mendapatkan perawatan dengan kawat gigi karena kontraindikasi seperti  giginya akan  mudah goyang. Alternatif  lain yakni  menggunakan gigi tiruan atau sekarang sedang trend seperti cosmetic dentis atau estetiq dentis  yakni menambal dengan bahan tambahan tertentu atau membuatkan gigi tiruan dengan mengecilkan gigi kemudian dibungkus dan sudut giginya agak dimasukkan. Dengan cara ini resikonya lebih kecil !

 

Antariksa Radio Info Kiat Sehat Surabaya

Mendukung Terwujudnya Indonesia Sehat

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.