Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
Kalimat Penghancur Harga Diri Anak

Kalimat Penghancur Harga Diri Anak

 

Perubahan zaman dan bergesernya pola hidup saat ini membuat banyak pengaruh terhadap hubungan antara orang tua dan anaknya. Bukan hanya itu perubahan-perubahan tersebut membawa pengaruh terhadap pola pikir dan pola ajar orang tua. Kini jamannya telah berbeda, pengertian antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan. Di satu sisi anak tetap sebagai seorang anak yang patuh dan menghormati orang tuanya, di sisi lain orang tua juga harus menghargai dan menghormati pendapat serta apa yang telah dilakukan anak. Kadang orang tua tak menyadari bahwa apa yang dilakukan dan dikatakannya belum tentu sesuai dengan keinginan anaknya. Yang banyak terjadi adalah kata-kata atau ucapan yang justru memberi dampak psikologis, seperti :

 

“ kenapa kamu nakal sekaliiiii...”. Kalimat “kenapa” adalah sebuah pernyataan retoris yang sulit dijawab. Akibatnya, anak merasa pantas untuk nakal, cap kenakalan yang diberikan orang tua dijadikan alasan pembenar, akhirnya setiap kali ada masalah anak memilih ribut dengan orang tua.

Yang harus anda lakukan sebagai orang tua adalah mencoba mencari alasan mengapa anak anda begitu, saat ia kesulitan, tenangkan dan tawarkan bantuan “sepertinya kamu punya persoalan ?”. Renungkan sepanjang perjalanan hidup anda salah, tentunya tak adil jika anak anda tak boleh melakukan kesalahan. Tunjukan dimana salahnya dan ajari mengatasi persoalannya.

 

“yang kamu lakukan tak ada gunanya...!”. Anggapan sepele orang tua akan berdampak buruk pada anak. Anak akan merasa apapun yang ia lakukan tak ada gunanya. Ini berarti anda sebagai orang tua telah mematahkan semangat anak dan mematikan keinginan untuk mencoba. Jagalah perasaanya saat anda memberi komentar. Anak-anak belajar memahami emosi dan ber-persepsi dari kalimat-kalimat yang didengarnya. Makin banyak ia mendengar kalimat sayang, cinta dan penghargaan, maka ia akan semakin percaya diri.

 

“ kok kamu nggak bisa seperti si A atau si B....”. Kalimat seperti ini akan membuat anak kehilangan harapan, karena tak mungkin menjadi orang lain. Anak menjadi antipati dan tak bersemangat. Apalagi yang menjadi pembandingnya adalah saudaranya sendiri, ia akan membenci saudaranya. Tanpa dicaci pun anak akan merasa bahwa ia tak berhasil, maka anda sebagai orang tua tak perlu menambahnya dengan membanding-bandingkan. Keberhasilan anak tidak harus selalu dengan bekerja ekstra keras dan punya pembanding.

 

“ pokoknya kamu harus melakukan itu untuk mama atau papa....!”. Kalimat ini mengesankan anda sebagai orang tua mengharap pamrih dari anak. Hal ini akan menimbulkan perasaan gelisah, takut, marah dan dendam. Sekali merasakan ancaman anak akan sulit menikmati perasaan bahagianya. Yang harus anda lakukan adalah pahami ahasa tubuh anak, biarkan anak belajar memilih sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan dan harus bagaimana.

 

Harry Santoso

Dalam Program " Perilaku Hidup Sehat "

Setiap hari Selasa jam 10.00 - 11.00 wib

AM 1278 Radio Antariksa - Surabaya

 

 

 

 

 

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.